Kamis, 3 juni 2010
Hari ini all crew XL mungkin datang dengan penuh tawa karena masih ingat betapa indahnya hari kemarin. Kemarin semua benar-benar happy karena pagelaran sukses, apalagi bagi teman-teman yang kemarin ke Mayon. Mereka pun bercerita betapa asyiknya berjalan-jalan ke Mayon apalagi rame-rame trus naik pick-up lagi, itu benar-bernar pengalaman yang sangat berkesan. tapi tiba-iba pagi yang begitu cerah berubah seketika saat mendengar kabar bahwa ibu Susi marah karena kita tidak memasukkan meja dan bangku ke dalam kelas.
serentak semua pun khawatir takut jika nilai yang sudah kita dapatkan akan di kurangi,. apalagi ketika mendengar cerita dari teman-teman yang bilang bahwa ibu Susi yang masukkan meja-meja dan bangku-bangku bahkan juga ibu guru yang melipat karpet. akhirnya kita memutuskan untuk meninggalkan kelas dan meninggalkan tugas kimia untuk menuju ke kelas XII ipa 3 untuk melihat keadaan disana. saat sampai kita melihat semua bangku dan meja sudah ada di dalam kelas. kita pun bingung harus berbuat apa, karena kelas terkunci. selain itu, kita juga benar-benar takut akan di hukum atau lain sebagainya. kita pun tinggal di depan kelas karena tidak ada yang berani meminta kunci pada penjaga sekolah. tapi akhirnya pintu pun di buka dan kita langsung menyapu dan merapikan ruangan yang berantakan itu.
ketika saat sibuk merapikan, tiba-tiba ibu Susi datang serentak semua pun takut dan khawatir kita tau kita pasti di marahin abis-abisan. ibu Susi pun menyampaikan rasa kekecewaannya yang begitu besar kepada kita semua,. saat di ceramahi tidak ada satu pun yang berani menampakkan wajah ceria seperti kemarin. semua penuh dengan wajah bersalah, akhirnya Nurmi pun pingsan. Ibu susi pun menawarkan dua pilihan, mau nilai merah di rapor atau dapat hukuman. tentu saja kita memilih di hukum, karena memang kita sudah merundingkan ini sebelumnya. Lalu ibu Susi menawarkan hukuman berdiri berpasangan di tengah lapangan dengan mengangkat satu kaki sambil memegang kuping teman.
kita pun menuju lapangan basket, dan berdiri berhadapan dan menjalankan hukuman, tapi justru aneh kita malah bercanda saat di hukum, kita benar-benar kayak udah gak punya urat malu, padahal banyak kakak kelas yang liat n juga banyak teman-teman kelas X yang menertawakan kita. udah gitu simon masih sempat-sempatnya teriak “Sepuluh lima” tapi sayang kita gak bisa tepuk tangan. disitu kita benar-benar jadi pusat perhatian, tapi justru lewat hukuman ini kita jadi sadar kalo kita emang benar-benar sangat-sangat kompak, karena dpat hukuman juga rame-rame. ini baru namanya sahabat, bukan sahabat namanya kalo cuma kompak saat lagi senang aja tapi pas ada masalah jadi nggak kompak. dan lewat hukuman ini juga za jadi tahu arti kebersamaan XL Corporation. meskipun di hukum tapi kita tetap happy. hahahah….
tiba-tiba Rizky Lumenta pun tumbang, menyusul Nurmi yang udah duluan start. kayaknya mereka berdua ketemu deh di alam bawah sadar, heeheh. saat Rizky pingsan semua langsung mengubah posisi, banyak banget yang angkat Kiky ke ruang UKS selian kiky emang berat, yach biar sekalian absent dari hukuman, heheh.. akhirnya Ibu Susi pun kayaknya gak tega setelah liat sudah jatuh 2 korban. hukuman pun di hentikan padahal belum 10 menit kita di hukum. selesai di hukum kita ngumpul trus satukan tangan dan tos. seakan-akan semua gak sadar kalo tadi tuch kita habis di hukum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar